Pages

Tuesday, November 5, 2013

MERANCANG POSTUR TUBUH


Topik:Olah Raga:: Sabtu 21 Oktober 2000 16:15:12

--------------------------------------------------------------------------------

infokes.com



Postur tubuh yang bagus bukanlah hasil sulap.
Pelajari cara memperolehnya berikut latihan untuk mempertahankannya.

Kebanyakan dari kita cenderung duduk agak merosot, terutama saat bersantai. Ini merupakan kebiasaan buruk da perlu dikoreksi, selain tidak baik bagi kesehatan punggung juga membuat Anda kelihatan lebih gemuk. Sekaliun Anda ramping.

Bagaimana postur yang baik? Bukan posisi punggung tegak lurus, bahu bidang, dan dagu terangkat semata. Postur yang baik adalah tegak namun rileks. Bayangkan seolah-olah Anda tergantung di langit-langit dengan seutas kawat pada kepala Anda dan semua tulang lurus ke bawah. Bahu harus dalam keadaan rileks, otot perut cukup kuat untuk menopang perut dan otot punggung kuat untuk membantu otot-otot perut melakukan tugasnya.
Berdirilah di depan cermin besar dan mintalah bantuan seorang teman untuk mengamati postur tubuh Anda. Pastikan Anda tidak bungkuk, pinggul dan bahu tidak miring. Jadi yang harus dicapai adalah keseimbangan mulai dari jari kaki sampai kepala.

Selain posisi tubuh, rasa kurang percaya diri cenderung tercermin pada postur tubuh dan merusak penampilan Anda. Kadang-kadang Anda bisa mengatasinya dengan berdiri lebih tegak. Bahasa tubuh Anda yang bagus mengatakan, “Saya yakin, saya mampu.”

Jika telah terbiasa bungkuk, mula-mula Anda tidak merasa nyaman pada saat harus berdiri tegak karena otot tidak sekuat yang semestinya. Latihan-latihan berikut yang diselipkan pada kegiatan sehari-hari akan membantu menguatkan perut dan punggung Anda. Dan berdiri tegak pun terasa lebih mudah.

Pertama-tama mungkin Anda hanya mampu melakukannya beberapa kali, tetapi usahakan untuk terus meningkatkannya sesuai kemampuan. Cobalah melakukan 3 set gerakan, setiap gerakan dilakukan sebanyak sepuluh kali, setiap set diselingi istirahat satu menit. Jangan lupa lakukan perentangan. Berlatih rileks merupakan bagian dari postur yang bagus.
BERDIRI TEGAK, TERLIHAT INDAH
Berdiri dengan kaki terbuka sejajar bahu. Usahakan berat tubuh Anda seimbang merata. Luruskan kaki tetapi jangan kunci persendian lutut Anda. Tahan perut, tarik pinggul Anda seedikit ke bawah sehingga bokong tidak menjorok keluar. Rilekskan bahu Anda dan rasakan tulang-tulang belikat Anda menyatu dan sedikit menurun. Jagalah leher Anda tetap jenjang dan dagu rata – jangan condong keluar atau menariknya ke dalam. Dari samping segalanya harus dalam keadaan sejajar.



MELATIH FLEKSIBILITAS BAHU
Ambil posisi tengkurap dengan dahi menempel pada lantai (gunakan handuk atau matras sebagai alas). Rebahkan lengan di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas. Pada saat mengambil napas, angkat kedua tangan, jaga lengan supaya tetap lurus. Tekan tulang belikat bersamaan dengan Anda mengankat tangan. Tahan di atas selama 1 detik. Kemudian secara perlahan turunkan sambil membuan napas.



MENGUATKAN BOKONG DAN PUNGGUNG BAGIAN BAWAH
Ambil posisi tengkurap, letakkan dahi pada tangan sebagai penyangga. Tekan bokong pada saat mengangkat kaki kanan ke atas. Jagalah kedua pinggul tetap menempel di lantai dan tahan kaki kiri kuat-kuat pada lanati. Jagalah kaki yang diangkat pada posisi lurus. Turunkan secara perlahan dan lakukan hal yang sama pada kaki yang lain.



MELATIH PERUT
Ambil posisi tengkurap, angkat tubuh bagian atas dan topanglah dengan menggunakan siku. Pastikan Anda cukup merasa nyaman. Sekarang tarik napas dan kencangkan otot perut kuat-kuat sehingga sekat rongga dada terangkat dari lantai. Gunakan otot-otot bagian perut untuk mengangkat, jangan gunakan lengan. Tubuh bagian bawah tetap rileks di lantai. Tahan perut selama satu detik, secara perlahan turunkan sambil membuang napas.



GERAKKAN SELURUH PUNGGUNG
Ambil posisi merangkak. Perlahan-lahan angkat lengan dan kaki yang berlawanan, lalu luruskan. Usahakan hindari mengangkat terlalu tinggi. Rasakan seolah-olah tangan dan kaki tertarik ke arah yang berlawanan. Kemudian turunkan secara perlahan-lahan. Angkat kaki dan tangan yang lainnya.



MEMBENTUK BAHU YANG KUAT
Gunakan alat beban yang ringan (missal: botol, buku, dan sebagainya), berdirilah nyaman dengan punggung tegak. Pegang alat beban itu ke arah depan dengan lengan seedikit melingkar dan buku-buku jari hampir tidak bersentuhan. Pada saat menarik napas, buka lengan An da, tarik siku ke belakang dan tekan tulang belikat secara bersama-sama. Jagalah posisi lengan berada pada ketinggian yang sama. Usahakan gerakan yang dilakukan merupakan tekanan yangkeras dan bukan menyentak. Perlahan-lahan, kembalikan ke posisi semula.



RENTANGKAN BAHU ANDA
Merupakan gerakan yang tepat untuk memacu pembentukan postur tubuh. Berdirilah nyaman dengan lutut sedikit ditekuk dan kedua tangan saling menggenggam di belakang punggung pada saat Anda menarik napas. Angkatlah tangan setinggi mungkin sesuai kemampuan Anda, tahanlah punggung tetap lurus jangan sampai condong ke depan. Tahan selama beberapa detik. Bila Anda telah mencapai rentangan maksimum, lepaskan secara perlahan.


Tips Ngemil yang Sehat



Kapanlagi.com - Ngemil merupakan salah satu cara mendapatkan kepuasan dari himpitan tekanan hidup. Padahal, semakin sering ngemil, seseorang makin sering dikejar rasa bersalah karena dihantui kegemukan dan berpola hidup tak sehat. Tak perlu cemas, ada cara ngemil sehat yang bisa Anda coba berikut ini:

- Ngemil biasanya datang karena stres. Ya, makan hanyalah pelarian dari kondisi tersebut. Oleh karenanya, temukan penyebab stres Anda hingga tak mencoba mencari penghiburan lewat makanan yang tak menyehatkan. Khusus untuk ibu hamil yang biasanya memiliki mood tak menentu, sediakan camilan sehat terdiri dari buah-buahan atau sayuran.

- Sebaiknya stok lemari makan atau kulkas Anda dengan makanan sehat mengenyangkan seperti popcorn, roti kering, nasi goreng, jus buah tanpa pemanis, buah dan sayur segar, yogurt rendah lemak, keju rendah sodium dan lemak. Gunakan juga garam substitusi jika Anda membutuhkan.

- Untuk waktu senggang Anda, sediakan jus anggur atau pir.

- Pilihlah makanan ringan yang sarat serat, misalnya apel dengan kulitnya.

- Hindari camilan kaya lemak rendah gizi seperti es krim, keripik kentang dan lainnya.

- Jangan terlambat makan siang.Pasalnya, makan siang yang terlambat, akan membuat Anda merasa lapar kembali tiga jam setelah makan. Kalau tidak ngemil, kecenderungan makan dalam porsi yang lebih banyak pada makan malam.

- Ngemil dilakukan orang saat mood sedang buruk atau stres. Terkadang, saat keinginan ngemil muncul, kita tidak tahu apa yang sebetulnya kita rasakan.

Berikut jenis camilan sehat sesuai mood.

a. Saat bosan: pilih popcorn, wortel, roti batang, asinan, atau nasi goreng sebagai cemilan.

b. Saat kesepian: pilih es krim rendah lemak, yogurt tanpa lemak, pisang atau mangga, sup ayam, keju rendah lemak dengan buah, susu rendah lemak dan kue atau biskuit.

c. Saat Anda merasa betul-betul lapar: sebaiknya konsumsi keju rendah lemak plus buah, yogurt dan buah, sereal dan susu, roti dengan selai apel, pisang dan segelas susu rendah kalori, atau secangkir sup panas dengan sayur dan biskuit.


d. Jika Anda haus: puaskan dengan minum air putih, jus buah, perasan jeruk, semangka, anggur, atau buah kesukaan lainnya. (msn/rita)

Menyingkap Mitos Diet



Kapanlagi.com - Sekitar 55% warga Amerika kini menderita kegemukan atau obesitas dibandingkan sekitar 33% pada 1980-an. Statistik lain yang mengkuatirkan adalah meledaknya obesitas pada anak- anak mencapai 100% dbandingkan pada awal 1980-an dan akhir 1990- an.

Jadi mengapa fakta ini menakutkan?Bukankah kita makin berumur maka berat badan akan makin bertambah?Ini benar, tapi banyak diantara kita yang salah persepsi soal bagaimana menjaga kesehatan, terutama saat tiba waktunya untuk berdiet. Artikel berikut ini akan mengupas habis apakah mitos berikut benar atau salah untuk menurunkan berat badan.

Mengurangi lemak dalam diet Anda akan membantu mengurangi berat badan

Salah. Pasti, santapan seperti padi-padian, buah-buahan, susu skim dan sayur-mayur, yang tersedia dalam jumlah banyak dan relatif rendah kalorinya mungkin dapat mengurangi berat badan. Tetapi banyak makan makanan yang diproses bebas lemak dan rendah lemak seperti kue dan dessert yang dibekukan sebetulnya mengandung kalori tinggi. Anda dapat menambah berat badan jika Anda mengkonsumsi makanan rendah lemak, kaya karbohidrat seperti pasta dan roti dalam jumlah besar. Selalu pertimbangkan ukuran porsi dan jumlah kalori, karena hal ini juga berpengaruh.

Olahraga 2-3 kali seminggu selama 30 menit akan membuat berat badan Anda turun

Salah. Sedikit berolahraga itu memang lebih baik daripada tidak olahraga sama sekali. Saya tidak mengatakan olahraga itu sama sekali tidak berguna, hal itu dapat membakar kalori dan benar-benar bisa mengurangi atau menjaga berat badan. Tetapi walaupun olah raga secara moderat itu bisa menyehatkan badan, efek untuk menurunkan berat badan tergantung bagaimana Anda berlatih.

Contohnya: Jika Anda berjalan sekitar 3 mil perjam yang bisa Anda tempuh dalam 30 menit, 4 kali seminggu, Anda akan berjalan total 6 mil per minggu. Jika tiap mil akan membakar 600 kalori, maka selama seminggu itu Anda bisa membakar 600 kalori. 600 kalori itu hanya kurang dari mengurangi kurang dari seperempat pound berat badan Anda—tergantung dari cara Anda menjaga makanan. Bila Anda makan sedikit lebih banyak, maka tentunya berat badan Anda tidak mungkin berkurang.

Jika Anda ingin olah raga sebagai strategi utama untuk mengurangi berat badan, Anda butuh melakukan lebih banyak daripada sekarang. Yang paling baik adalah kombinasi olahraga dengan diet rendah kalori.

Berjalan adalah cara terbaik untuk mengurangi berat badan

Benar. Seperti aktifitas fisik lain, berjalan bisa membakar kalori dan membantu mengurangi berat badan. Sangat baik jika Anda melakukan jalan cepat, bukan jalan pelan-pelan. Makin lama Anda berjalan akan makin banyak Anda membakar kalori.

Lakukan sekitar 10.000 langkah perhari (sekitar 5 mil). Jika tiap mil bisa membakar sekitar 100 kalori, maka Anda akan membakar lebih dari 500 kalori melalui jalan sendiri ini. Lakukan ini tiap hari dan Anda akan membakar lebih dari 3.500 kalori atau 1 pound per minggu.

Tambahan Protein akan memacu pertumbuhan otot

Salah. Protein memang punya peran penting dalam tubuh—membangun dan mengelola otot-otot, membuat sel darang, hormon-hormon sintesis dan enzym-enzym serta memperkuat system sel imunisasi. Namun, jumlah yang berlebihan bisa menumpuk menjadi lemak, sama seperti karbohidrat yang terlalu banyak bisa disimpan menjadi lemak.

Aturan umum: Berapapun kalori yang mengandung nutrient bisa disimpan menjadi lemak bila dikonsumsi terlalu banyak. Tapi jalan terbaik untuk membangun otot adalah melakukan olahraga ketat ditambah memakan kalori tambahan melalui kalori dari protein.

Saya bisa makan telur lagi tanpa menjadi gemuk

Benar Telur itu bagus buat Anda. Penelitian menunjukkan kebanyakan risiko orang berdiet yang menyebabkan penyakit hati adalah lemak jenuh dan telur mengandung lemak jenuh rendah. Telur juga mengandung kalori relatif rendah (sekitar 75 kalori jika direbus dan 110 kalori jika digoreng dengan 1 sendok minyak atau mentega). Telur juga mengandung nutrient-nutrient penting dan antioksidan.

American Heart Association saat ini telah mengubah rekomendasinya bahwa sebutir telur per hari sudah cukup baik. Kuncinya saat ini adalah mengganti telur dan bacon dengan buah-buahan dan roti dan menggunakan minyak non kolesterol atau mentega rendah lemak untuk memasak telur.

Obat-obat diet adalah jalan terbaik untuk mengurangi berat badan

Salah. Obat-obat diet yang aman adalah yang sudah disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk orang-orang yang mempunyai kelebihan berat badan signifikan—yakni mereka yang kelebihan berat badan 30% diatas berat badan normal atau bagi orang yang mempunyai penyakit akibat obesitas seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau diabetes.

Obat-obat obesitas seperti Meridia (bekerja pada kimiawi otak untuk mengontrol makanan), dan Xenical (yang menghalangi lemak diserap tubuh) hanya boleh digunakan terkait untuk mengubah pola makan dan gaya hidup.

Obesitas adalah penyakit kronik dan tidak bisa diubah dengan terapi dalam jangka pendek.

Suplemen vitamin dibutuhkan untuk mengurangi berat badan

Salah. Suplemen tidak bisa membuat keajaiban, juga tidak bisa menetralkan dampak dari banyaknya lemak. Jangan tergantung pada supleman sebagai jalan pintas pemenuhan gizi. Anda bisa mendapatkan jumlah vitamin yang sama dari menyantap buah-buahan dan sayur- mayur (yang juga penuh serat, antioksidat dan nutrient lain yang tidak Anda dapatkan dari pil suplemen).

Bagaimanapun, jika Anda makan kurang dari 1.500 kalori per hari, Anda harus mengambil tambahan suatu multivitamin-mineral.

Saya bisa makan makanan berlemak ketika diet

Benar. Sepertinya hal ini lebih banyak permainan psikologi daripada psiologi. Jika Anda mengenyahkan semua makanan favorit Anda, kemudian mereka akan menjadi makanan terlarang. Sebagai ganti sepenuhnya menyangkal diri sendiri, Anda harus melatih diri Anda untuk makan makanan itu dengan tidak berlebihan.

Sejak Anda mengetahui fakta dan mitos, bagaimana Anda mulai mengubah kebiasaan pola makan?

Mengadopsi gaya hidup lebih baik

Pertama singkirkan semua junk food di tempat Anda dan gantilah mereka dengan snack yang lebih bergizi seperti buah-buahan, sayur- mayur dan kacang-kacangan.

Kemudian pastikan untuk meningkatkan aktivitas Anda tiap hari. Sebagai contoh,Anda dapat memarkir mobil Anda diujung dan berjalan ekstra ratus meter ke pintu masuk mall. Atau naik tangga sebagai ganti eskalator itu. Langkah-Langkah kecil seperti ini akan menambah pengurangan berat badan Anda.

Berhentilah merokok, berjudi, pesta minum minuman keras, dan perilaku lain yang menyebabkan kecanduan. Kemudian mulai merencanakan makanan selama seminggu dan taatilah itu. Termasuk berhati-hatilah makan makanan favorit Anda seperti daging sapi dan pasta, jangan sampai porsinya berlebihan.


Dan akhirnya, minum air dalam jumlah banyak perhari. Hal ini membantu mengatur metabolisme Anda dan memperkuat sistem kekebalan Anda, sebagai tambahan memuaskan selera Anda. Saat Anda minum lebih banyak air, Anda bisa mengurangi sedikit rasa lapar. (askmen/irene)

Pria Berperut Buncit Lebih Rentan Penyakit



Kapanlagi.com - Sebuah penelitian membuktikan pria berperut buncit rentan terhadap serangan penyakit jantung. Karena lokasi penumpukan lemak berkaitan dengan keamanan organ vital manusia, yaitu jantung.

Studi yang melibatkan 137 pria berusia 30- 71 tahun menunjukkan penumpukan simpanan lemak di perut berhubungan langsung denga penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah. Dengan kata lain, pria yang memiliki perut buncit beresiko terkena penyakit jantung lebih besar daripada orang yang memiliki timbunan lemak di paha atau di tungkai.

Timbunan lemak yang ada di perut cenderung bersifat resistance insulin atau tak mudah dipengaruhi oleh insulin. Akibatnya hormon insulin tak berfungsi dengan baik dan menyebabkan kelainan metabolisme tubuh. Inilah yang memicu peningkatan kolesterol. Dan akhirnya muncul jantung koroner.

Penumpukan lemak biasanya terjadi pada pria yang kurang berolah raga dan makan banyak. Risiko pertama yaitu terkena diabetes, lalu timbul kolesterol dan asam urat.

Pada wanita, penumpukan lemak biasanya terjadi pada pantat atau bagian tubuh lain. Meski ada wanita yang berperut buncit, mereka hanya memiliki kemungkinan kecil terkena penyakit jantung karena wanita memiliki hormon estrogen. Wanita berperut buncit biasanya hanya akan mengalami obesitas atau sesak nafas.


Pria berperut buncit disarankan banyak mengkonsumsi air putih dan menghindari makanan seperti nasi, mie, gula dan coklat. Mereka sebaiknya juga meningkatkan konsumsi protein, terutama protein nabati yang didapat dari sayuran. Dan yang penting untuk dilakukan yaitu lakukan olah raga secara teratur. Dan setelah berolah raga, barulah makan makanan yang berkarbohidrat (tutut)

Bayi Normal Butuh Tidur 16 Jam Sehari



Sebagai seseorang yang baru lahir ke dunia, seorang bayi memang tidak tahu apakah ia berada di siang hari atau malam hari. Tugas orang tua adalah menjaga agar sang bayi mendapatkan tidur yang cukup setidaknya 16 jam sehari dimana disetiap empat jam sekali sang bayi harus mendapatkan suplay makanan.

Suplay makanan itu tidak dipedulikan oleh sang bayi apakah terjadi pada malam hari atau siang hari. Karena dengan perut yang kecil, sang bayi tidaklah cukup lama bertahan dari rasa lapar ketika dirinya disusui oleh sang ibu.

Ketika masih bayi, seorang bayi mengalami jenis perbedaan tidur: drowsiness, REM (rapid eye movement) sleep, light sleep, deep sleep, dan very deep sleep. Setelah beranjak dewasa dengan semakin bertambahnya usia maka jenis-jenis tidur itu semakin lama semakin bertambah atau berkurang.

Banyak ahli menilai sebaiknya orang tua tetap menjaga agar bayinya tidak terlalu panjang dalam tidurnya tanpa didampingi sang ibu. Karena sang ibu harus tetap memberikan ASI setiap 4 jam sekali.

Yang lebih penting adalah menjaga kondisi disekitar bayi ketika tidur agar bisa bernafas dengan sempurna. Biasanya banyak mainan dan berbagai jenis perlengkapan bayi berada disekitar bayi ketika tidur.


Karena jika hal ini tidak diperhatikan maka banyak kejadian bayi yang mengalami kematian mendadak dan jaga agar bayi tidak tidur dengan muka tengkurap, karena bisa menghalangi jalanya pernafasan.

Saturday, June 8, 2013

Mencegah Diabetes Mellitus


Anda bisa mencegah diabetes tipe-2 melalui perubahan gaya hidup. Melakukan beberapa perubahan sederhana dalam gaya hidup Anda sekarang dapat membantu Anda mencegah dan mengendalikan diabetes. 

1. Lakukan lebih banyak aktivitas fisik
Ada banyak manfaat berolahraga secara teratur. Latihan olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, yang membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada pria yang diikuti selama 10 tahun, untuk setiap 500 kkal yang dibakar per minggu melalui latihan, ada penurunan 6% risiko relatif untuk pengembangan diabetes. Penelitian itu juga mencatat manfaat yang lebih besar pada pria yang lebih gemuk.

Dengan meningkatkan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien sampai 70 jam setelah latihan. Jadi, berolahraga 3-4 kali seminggu akan bermanfaat pada kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan bahwa baik latihan aerobik dan latihan ketahanan dapat membantu mengendalikan diabetes, tapi manfaat terbesar berasal dari program fitness yang meliputi keduanya. Perlu dicatat bahwa banyak manfaat olahraga yang independen terhadap penurunan berat badan. Namun, bila dikombinasikan dengan penurunan berat badan, keuntungannya meningkat secara substansial.

2. Dapatkan banyak serat dalam makanan
Makanan berserat tidak hanya mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah tetapi juga menurunkan resiko penyakit jantung dan menjaga berat badan ideal dengan membantu Anda merasa kenyang. Makanan tinggi serat antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Salah satu makanan tinggi serat yang terbukti dapat mengendalikan diabetes adalah dedak padi atau bekatul.

3. Makanlah kacang-kacangan dan biji-bijian
Meskipun tidak jelas mengapa, biji-bijian dapat mengurangi risiko diabetes dan membantu menjaga kadar gula darah. Dalam sebuah studi pada lebih dari 83.000 perempuan, konsumsi kacang-kacangan (dan selai kacang) tampaknya menunjukkan beberapa efek perlindungan terhadap pengembangan diabetes. Wanita yang mengonsumsi lebih dari lima porsi satu ounce kacang per minggu menurunkan resiko terkena diabetes dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi kacang sama sekali.

4. Turunkan berat badan
Sekitar 80% penderita diabetes kegemukan dan kelebihan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, pencegahan diabetes dapat bergantung pada penurunan berat badan. Setiap kg Anda kehilangan berat badan dapat meningkatkan kesehatan Anda. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kegemukan mengurangi risiko diabetes mereka sebesar 16 persen untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Juga, mereka yang kehilangan sejumlah berat setidaknya 5 sampai 10 persen berat badan awal dan berolahraga secara teratur mengurangi risiko diabetes hampir 60 persen dalam tiga tahun.

5. Perbanyak minum produk susu rendah lemak
Data mengenai produk susu rendah lemak tampaknya berbeda-beda, tergantung apakah Anda gemuk atau tidak. Pada penderita obesitas, semakin banyak susu rendah lemak yang dikonsumsi, semakin rendah risiko sindrom metabolik. Secara khusus, mereka yang mengonsumsi lebih dari 35 porsi produk susu tersebut seminggu memiliki risiko jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 porsi seminggu. Menariknya, hubungan ini tidak begitu kuat pada orang yang ramping.

6. Kurangi lemak hewani
Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 42.000 orang, diet tinggi daging merah, daging olahan, produk susu tinggi lemak, dan permen, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes hampir dua kali dari mereka yang makan diet sehat. Hal ini independen terhadap berat badan dan faktor-faktor lain.

7. Kurangi konsumsi gula
Konsumsi gula saja tidak terkait dengan pengembangan diabetes tipe 2. Namun, setelah disesuaikan dengan berat badan dan variabel lainnya, tampaknya ada hubungan antara minum minuman sarat gula dan pengembangan diabetes tipe 2. Wanita yang selalu minum satu atau lebih minuman bergula sehari memiliki hampir dua kali lipat risiko terkena diabetes daripada wanita yang hanya kadang-kadang atau tidak minum minuman bergula.

8. Berhenti merokok
Merokok tidak hanya berkontribusi pada penyakit jantung dan menyebabkan kanker paru-paru tetapi juga terkait dengan pengembangan diabetes. Merokok lebih dari 20 batang sehari dapat meningkatkan risiko diabetes lebih dari tiga kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Penyebab pasti untuk hal ini belum diketahui dengan baik. Kemungkinan merokok secara langsung menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Selain itu, ada hubungan antara merokok dan distribusi lemak tubuh. Merokok cenderung mendorong bentuk tubuh “apel” yang merupakan faktor risiko untuk diabetes.

9. Hindari lemak trans
Hindari mengonsumsi lemak trans (minyak sayur terhidrogenasi) yang banyak digunakan pada produk olahan dan makanan cepat saji. Minyak tersebut berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe- 2.

Sumber : majalahkesehatan.com

Diabetes Mellitus – Kencing Manis – Penyakit Gula


Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabaĆ­nein, yang berarti “tembus” atau “pancuran air”, dan dari kata Latin mellitus yang berarti “rasa manis”.Di Indonesia (dan negara berbahasa Melayu) lebih dikenal sebagai kencing manis.

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

Penyebab
Agar lebih memahami diabetes, sangat penting untuk terlebih dahulu memahami proses normal dari metabolisme makanan. Beberapa hal yang terjadi ketika makanan dicerna:

Gula atau yang disebut glukosa masuk kedalam aliran darah. Glokosa merupakan sumber bahan bakar utama bagi tubuh.
Organ tubuh yang disebut pankreas memproduksi insulin. Peranan dari insulin adalah mengangkut glukosa dari darah menuju otot, lemak, dan sel-sel hati, dimana akan digunakan sebagai bahan bakar.

Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin ataupun otot, lemak dan sel-sel hati tidak merespon insulin secara normal. Ataupun kedua-duanya.

Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan hal ini disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai sopir angkutam umum sebuah kota. Jika para supir angkutan kota mogok massal, orang-orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. Orang-orang (calon penumpang) ini diibaratkan sebagai gula dalam darah. Jika hormoninsulin tidak ada atau sedikit jumlahnya maka gula yang ada dalam drah tidak dapat terangkut sehingga menyebar diseluruh pembuluh darah.

Secara umum, asupan gula dalam darah disimpan dalam hati. Di sini diolah menjadi glikogen. Jika tubuh memerlukan, hati akan mengeluarkan dan mengolah kembali menjadi glukosa. Bagi orang normail, sebanyak apapun konsumsi gula tidak mengganggu organ tubuh.
Namun, tidak demikian bagi diabetesi. Jika buang air kecil, airnya agak kental dan terasa manis. Ini dikarenakan banyaknya gula yang berada dalam darah. Gula tersebut dibersihkan dan dikumpulkan dalam kandung kemih oleh ginjal.

WHO telah mendefenisikan 3 jenis diabetes:

Diabets Tipe 1, biasanya tediagnosa sejak usia kanak-kanak. Tubuh penderita hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin, oleh karena itu untuk bertahan hidup penderita harus mendapat suntikan insulin setiap harinya. Tanpa pengaturan harian, kondisi darurat dapat terjadi.

Diabetes Tipe 2, lebih umum ditemui daripada type 1 dan mencapai 90% atau lebih dari seluruh kasus diabetes. Biasanya terjadi di usia dewasa. Pada tipe-2 ini, pankreas tidak cukup membuat insulin untuk menjaga level gula darah tetap normal, seringkasili disebabkan tubuh tidak merespin dengan baik terhadap insulin tersebut.Kebanyakan orang tidak menyadari telah menderita dibetes tipe-2, walaupun keadaannya sudah menjadi sangat serius. Diabetess type 2 sudha menjadi umum dialami didunia maupun di Indonesia, dan angkanya terus bertambah akibat gaya hidup yang tidak sehat, kegemukan dan malas berolahraga.

Gestational diabetes, adalah kondisi gula darah yang tinggi yang terjadi pada masa kehamilan, terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes. Umunnya akan kembali normal setelah masa kehamilan.

Diabetes Melitus menempati urutan ke-4 dalam ranking pembunuh manusia. Kongres Federasi Diabetes International tahun 2003 menyebutkan bahwa sekitar 194 Juta orang di dunia menderita penyakit ini. Di Indonesia sendiri tercatat 2,5 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambah.

Banyak faktor resiko diabetes, termasuk diantaranya:

Ayah atau Ibu, saudara laki-laki atau perempuan yang menderita diabetes (faktor keturunan)
Kegemukan
Usia diatas 45 tahun
Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 Kg
Tekanan darah tinggi
Angka Triglycerid (salah satu jenis molekuk lemak) yang tinggi
Level kolesterol yang tinggi
Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan instan.
Perokok
Stress
Asosiasi Diabetesi Amerika (ADA) merekomendasikan untuk melakukan pengecekan terhadap diabetes minmal setiap tiga tahun sekali bagi orang dewas. Untuk yang beresiko tinggi dianjurkan untuk lebih sering lagi.

Gejala

Diabetes Tipe-1:

Rasa haus yang sering
Sering buang air kecil
Berat badan yang terus turun, namun selera makan terus tinggi
Kelelahan
Mual
Muntah

Diabetes tipe 2:

Cepat merasa lapar dan haus
Sering buang air kecil terutama pada malam hari
Gampang lelah, sering merasa mengantuk.
Penglihatan kabur
Sering kesemutan terutama pada kaki dan tangan
Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa usaha apapun
Gatal-gatal pada kelamin luar
Gairah seksual menurun dan cenderung impotensi
Jika terkena infeksi, sembuhnya lama.

Sumber : rumahdiabetes.com